
Sobat yang tahun kelahirannnya dibawah
1986 pasti setidaknya pernah mendengarkan lagu-lagu dari Tommy J Pisa
yang biasanya diputar di radio-radio swasta di tanah air. Tommy J Pisa,
ia adalah seorang penyanyi pop dan juga sekaligus penyanyi dangdut asal
Palembang, Sumatra Selatan, yang terkenal di Era 80an hingga awal 90an.
Penyanyi ini paling disukai secara personal sebab warna suara dan
lagu-lagunya yang sentimenal. Hampir seluruh album pop Tommy diiringi ole AKBA 583 yang mana menjadi trend album beliau ketika itu.
Tembang "Di Batas Kota Ini" dan "Biarkan Aku Menangis" adalah hitsku
yang paling terkenal di dekade 1983 sampai 1992 dan merupakan masa-masa
keemasan bagi karirku. Dalam kurun waktu tersebut aku sempat meluncurkan
15 album pop rekaman. Selain Di Batas Kota Ini dan Biarkan Aku
Menangis, album rekamanku yang sempat sukses di antaranya Suratan, Surat
Untuk Kekasih, Di Sini Cinta
Bersemi, Pasrah, Biar Kucari Jalan Hidupku dan lain-lain. Aku juga
sempat meluncurkan 3 album dangdut berjudul Nasib Pengamen, Dia Sahabat
Karibku dan Air
Mata Perpisahan. Selepas tahun 1992, namaku pun seolah tenggelam. Namun
bukan berarti aku berhenti dari dunia musik. Selain masih sering mengisi
acara di beberapa tempat, aku juga sempat menelorkan album The Best of
Tommy J Pisa. "Memang setiap manusia memiliki masa kejayaan
masing-masing. Kita tidak mungkin berada di atas terus. Meski begitu,
kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berkarya untuk menghasilkan
sesuatu. Hal itulah yang menjadi pendorongku untuk kembali berkiprah di
dunia musik. Aku kembali ke industri musik Indonesia ditandai dengan
peluncuran album terbaruku yang berjudul "Biarkanlah Aku Pergi". Seperti
album-albumku sebelumnya, album Biarkanlah Aku Pergi juga tak terlepas
dari nuansa musik pop manis. "Aku memang ingin tetap konsisten di jalur
pop manis ini. Sebab selain ingin menjaga imej, aku sudah akrab dengan
nuansa pop manis. Musik yang aku bawakan juga telah memiliki penggemar
tersendiri". "Dengan album baruku ini, aku berharap bisa ikut andil
dalam meramaikan pasar musik Indonesia. Aku akui bahwa kondisi saat ini
memang berbeda. Saat ini banyak musisi muda memiliki bakat luar biasa.
Tetapi bukan berarti, aku takut bersaing. Bersaing secara sehat itu
wajar saja. Malah bagus untuk perkembangan musik kita".